Mengetuk Pintu Langit dan Membangun Kesiapsiagaan: Warga Sekolah Gelar Sholat Istisqa, Dhuha Bersama, dan Edukasi Mitigasi Bencana
JAKARTA Suasana Jumat pagi di lingkungan sekolah pada 11 September 2026 terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 06.30 WIB, seluruh warga sekolah terdiri dari para siswa, guru, dan tenaga kependidikan telah berkumpul dengan tertib di lapangan sekolah dengan membawa perlengkapan sholat masing-masing. Pelaksanaan kegiatan keagamaan pagi ini dirangkai khusus dengan ibadah permohonan hujan (Sholat Istisqa) serta pembekalan edukasi mitigasi bencana bagi seluruh warga sekolah.
Kekhusyukan Sholat Istisqa dan Sholat Dhuha Berjamaah
Pelaksanaan Sholat Istisqa ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan kepedulian atas musibah kemarau panjang yang sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia, yang mengakibatkan krisis air bersih, kekeringan, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sholat Sunnah Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara khusus yakni 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua yang diimami langsung oleh Pak Yusuf Bahtiar.
Seusai pelaksanaan Sholat Istisqa, seluruh jemaah melanjutkan dengan ibadah Sholat Dhuha secara mandiri di tempat masing-masing. Rangkaian ibadah tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin kembali oleh Pak Yusuf Bahtiar, memohon keberkahan, kemudahan, serta turunnya rahmat air hujan yang menyejukkan bumi.
Pengarahan Kepala Sekolah: Harapan Rahmat dan Edukasi Mitigasi Bencana
Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Sekolah, Ibu Nurasiah. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan harapan mendalam agar ikhtiar ibadah dan doa bersama ini diijabah oleh Allah SWT. Beliau berharap agar hujan dapat segera turun, khususnya di malam hari, sehingga masalah kekeringan yang melanda masyarakat dapat teratasi serta debu-debu yang mengganggu kesehatan dapat berkurang dan hilang.
Selain ikhtiar spiritual, Ibu Nurasih juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan ketangguhan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana apa pun yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Beliau memberikan imbauan praktis mengenai kesiapsiagaan mandiri:
-
Penyimpanan Berkas Penting: Mengimbau seluruh warga sekolah dan keluarga untuk menyimpan barang-barang berharga seperti ijazah, dokumen/berkas penting lainnya, serta alat penerangan darurat (senter) dalam satu tas khusus yang mudah dijangkau (Tas Siaga Bencana).
-
Respon Cepat Darurat: Langkah ini penting agar jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat atau bencana, dokumen dan barang berharga dapat diselamatkan dengan cepat dan aman.
Peran Aktif Tim Rohis dan Penutupan Kegiatan
Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan pagi ini tidak terlepas dari peran aktif dan kerja keras Tim Rohis sekolah
Seusai pengarahan dari Kepala Sekolah pada pukul 08.00 WIB, sebelum para siswa memasuki ruangan kelas untuk KBM, Tim Rohis dengan sigap merapikan kembali seluruh karpet dan peralatan seperti sediakala serta membagikan kembali HP/gawai kepada para siswa
SMKN 31 JAKARTA