NEWS UPDATE :  

Berita

Kontak
Alamat :

Jl. Kramat Jaya Baru Blok DII, Johar Baru, Jakarta Pusat 10560 Telp. (021) 4246015 Fax. (021) 4223568

Telepon :

4246015

Email :

info@smkn31jakarta.sch.id

Website :

www.smkn31jakarta.sch.id

Media Sosial :
KJP (KARTU JAKARTA PINTAR)
KEMENDIKBUD
SUMBER BELAJAR

SMKN 31 JAKARTA : MERANCANG STRATEGI PISA SUKSES

SMKN 31 Jakarta, Melaksanakan Kegiatan simulasi PISA (Programme for International Student Assessment) adalah penilaian siswa skala besar (internasional). Kegiatan Simulasi ini merupakan salah satu upaya SMKN 31 Jakarta dalam mensukseskan PISA dengan baik dan mendapatkan nilai terbaik. PISA (Programme for International Student Assessment) disponsori OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development ). Indonesia adalah negara yang ikut tergabung dalam OECD, yang merupakan lembaga internasional yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan, di mana pelaksanaannya setiap 3 tahun sekali dengan sasaran peserta didik usia 15 Tahun. Peserta didik yang diikutkan yang menjadi sampling-nya dipilih secara acak oleh OECD. 


SMKN 31 Jakarta mendapatkan kesempatan mengikuti PISA (Programme for International Student Assessment) di tahun 2024, Indonesia kembali akan melaksanakan penilaian PISA yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada rentang bulan Maret-April 2025. Sampling siswa yang dipilih secara acak terpilih sebanyak 42 siswa di setiap sekolah.


Sekolah menengah atas yang terpilih menjadi sampling PISA di tahun 2025 ada sebanyak 95 sekolah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta termasuk salah satu dalam sampling PISA tersebut.

Pelaksanaan PISA di tahun 2025, peserta didik hanya mengerjakan sesi tes yang terdiri dari 2 domain (kombinasi dari math, reading, science, dan creative thinking) dan sesi angket siswa. Sedangkan kepala sekolah mengerjakan angket sekolah online (langsung ke website PISA internasional).


SMKN 31 Jakarta  sebagai sampling PISA harus mempunyai strategi yang tepat, untuk mendukung peningkatan nilai PISA di mata dunia terutama negara-negara yang tergabung dalam OECD. Dari hasil ini bisa menjadi pijakan bagi pemerintah untuk membuat desain baru bagi perbaikan kualitas ataupun sistem pendidikan di Indonesia.


Sekolah sebagai bagian dari unsur peningkatan kualitas pendidikan harus melakukan inovasi dan strategi bagi peningkatan nilai PISA, dalam upaya menaikkan ranking negara Indonesia dari posisi tahun 2022. Ada beberapa strategi yang bisa diambil sekolah untuk mendukung nilai PISA:


* Sosialisasi kepada semua stakeholder sekolah
Pelaksanaan PISA bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa, namun untuk terwujudnya pencapaian nilai yang baik.


* Pembiasaan membaca dan menulis

Melaksanakan pembiasaan literasi selama 15 menit bagi seluruh pegawai dan peserta didik, hal ini untuk membangun budaya literasi di sekolah. Diawali dengan cara dibuat terpaksa membaca untuk menjadi biasa membaca.


* Melakukan simulasi PISA atau pengenalan soal PISA untuk seluruh guru dan peserta didik untuk mengetahui tipe soal dan terbiasa mengerjakan soal PISA. Latihan soal ataupun try out soal bisa membuat siswa lebih tahu dan paham model model soal dan bagaimana solusi untuk menjawabnya.


* Pembinaan kepada peserta didik dan guru baik secara luring maupun secara daring. Melakukan pembinaan kepada peserta didik dan guru dilakukan dalam upaya memberikan stimulus yang baik untuk mendukung pelaksanaan program PISA di sekolah. Di antaranya dengan memberikan spirit bahwa menjadi kebanggaan tersendiri sekolah kita menjadi sampling PISA yang terpilih mewakili Indonesia dalam mengukur pencapaian pendidikan di Indonesia.


* Pembelajaran kontekstual
Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural).


* Ada program Literacy Day setiap bulan dengan durasi 2x45 menit, siswa diajak untuk membaca dan merefleksikan hasil bacaan. Membuat tugas kolaborasi antarmata pelajaran yang produk akhirnya adalah video pembelajaran. Setiap pagi ada renungan yang kemudian siswa merefleksikannya.


* 1 hari 1 soal HOTS, guru membuat dan kemudian mendistribusikan soal tersebut ke siswa untuk dikerjakan. Soal-soal yang disajikan untuk penilaian PISA adalah literasi, numerasi, dan sains yang membutuhkan analisis dan penalaran dari peserta didik. Dengan demikian, guru di satuan pendidikan juga harus bisa membuat soal untuk latihan peserta didiknya dengan cara latihan-latihan soal yang berbasis HOTS.


* Guru menulis di media sehingga hasil karyanya dapat dibaca oleh siswa atau warga sekolah dan pemerhati pendidikan, membiasakan menulis, baik bagi siswa maupun guru, menumbuhkan budaya membaca baik di kalangan guru maupun siswa, mengikutkan guru maupun siswa untuk mengikuti lomba-lomba yang berkaitan dengan literasi.


* Memberikan reward
Reward atau penghargaan diberikan untuk memberikan motivasi dan semangat bagi peserta didik setelah melaksanakan berbagai kegiatan. Banyak cara atau bentuk untuk memberikan reward di antaranya dalam bentuk barang ataupun berupa voucher pulsa bagi siswa. Ataupun bisa membuat rencana outbound dan ice breaking untuk peserta dan pengajar PISA.


Saling berkolaborasi dengan guru yang ada di sekolah yang menjadi garda terdepan dalam proses pembelajaran di kelas. Tetap semangat dan amanah serta berupaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan nilai PISA. Semoga Indonesia diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan PISA tahun 2025. Sukses PISA 2025