JAKARTA – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Negeri 31 Jakarta Tahun Pelajaran 2026/2027 memasuki hari ketiga pada Rabu, 15 Juli 2026. Pada hari ini, fokus kegiatan diarahkan pada pemetaan potensi diri peserta didik baru serta pengenalan dunia kerja yang menjadi ruh utama dari pendidikan vokasi.
Kegiatan diawali sejak pukul 06.30 WIB dengan penguatan karakter spiritual melalui kegiatan Tadarus bersama di lapangan sekolah yang dipandu oleh pengurus OSIS dan MPK. Setelah kebutuhan rohani terpenuhi, kebersamaan dan keakraban antar-siswa kembali dipererat melalui agenda Sarapan Bersama yang berlangsung dengan penuh keceriaan hingga pukul 08.00 WIB.
Pemetaan Potensi dan Pengenalan Kelas Industri
Memasuki sesi inti pada pukul 08.00 WIB, para peserta didik baru diarahkan menuju Aula dan Masjid untuk mengikuti Asesmen Literasi, Numerasi, Bakat Minat, serta Kondisi Sosial. Sesi ini dipandu oleh Ibu Meytannisa Salsabila, S.Pd. dan Bapak Rofik Abdul. Melalui asesmen ini, sekolah dapat memetakan kemampuan akademik awal sekaligus aspek emosional siswa untuk memberikan pendampingan belajar yang tepat dan personal selama tiga tahun ke depan.
Langkah adaptasi diperkuat pada pukul 09.00 WIB dengan materi Pengenalan Kelas Industri dan Kompetensi Keahlian di lokasi yang sama. Sesi ini diisi oleh Ibu Dewi Sugiartini, M.Pd., Ibu Dean W., Bapak Ari Bratajaya, dan Bapak Azis. Pemaparan ini sukses membuka wawasan siswa baru mengenai standar industri, peluang karier, serta program kerja sama strategis yang telah dibangun oleh SMKN 31 Jakarta.
Internalialisasi Budaya K3 dan Kesepakatan Kelas
Setelah beristirahat sejenak, aktivitas siswa bergeser ke ruang kelas masing-masing mulai pukul 10.15 WIB. Pada sesi ini, masing-masing Ketua Program Keahlian (Kaprok) memberikan pengenalan mendalam mengenai Budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan metode 5R & 5S serta pendalaman program kompetensi keahlian. Penanaman disiplin kerja ini sangat penting agar siswa terbiasa dengan atmosfer kerja yang aman dan efisien sejak dini.
Sebelum memasuki waktu istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA), para siswa didampingi oleh pengurus OSIS dan MPK merumuskan Kesepakatan Kelas. Agenda ini melatih siswa untuk bermusyawarah dan berkomitmen menciptakan ruang kelas yang kondusif, nyaman, dan saling menghargai.
Rangkaian hari ketiga ini akhirnya ditutup pada pukul 13.00 WIB dengan aksi Operasi Semut di lapangan sekolah. Gotong royong membersihkan lingkungan ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh peserta didik baru SMKN 31 Jakarta siap menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya.