Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan, Siswa SMK Negeri 31 Jakarta Antusias Ikuti Kegiatan Komposting
JAKARTA – Upaya menanamkan karakter peduli lingkungan dan cinta bumi terus digalakkan di lingkungan sekolah. Pada hari Senin, 18 Mei 2026, para siswa SMK Negeri 31 Jakarta terlibat aktif dalam kegiatan pembuatan pupuk organik melalui metode komposting. Aktivitas praktis yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini dirancang untuk mengedukasi generasi muda mengenai pengelolaan limbah organik, sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi bagi ekosistem sekolah.
Didampingi secara intensif oleh para guru, ratusan siswa dari kedua tingkatan tersebut tampak kompak dan antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan kompos yang sistematis di area terbuka sekolah.
Alur Proses Pembuatan Kompos
Kegiatan komposting ini dilakukan melalui beberapa tahapan penting yang melatih kerja sama kelompok serta ketelitian para siswa, antara lain:
-
Pemilahan dan Penyiapan Sampah Hijau: Langkah awal dimulai dengan mengumpulkan dan memilah sampah-sampah organik, seperti dedaunan kering dan sisa tanaman di sekitar sekolah, yang menjadi bahan utama (sampah hijau).
-
Penyusunan Media Komposter: Di saat yang sama, kelompok siswa lain menyiapkan wadah atau tong dekomposisi sebagai media komposter yang bersih dan siap pakai.
-
Proses Pencacahan: Agar proses pembusukan berlangsung lebih cepat dan optimal, sampah hijau yang telah dikumpulkan dicacah secara manual menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
-
Pemberian Cairan Dekomposer (EM4): Untuk mempercepat fermentasi, para siswa menambahkan larutan dekomposer berupa EM4 ke dalam campuran bahan baku. Langkah ini dilakukan dengan cermat guna memastikan mikroorganisme pengurai tersebar merata.
-
Pencampuran Bahan: Seluruh material, mulai dari cacahan sampah hingga cairan pengurai, diaduk menjadi satu kesatuan di dalam tong komposter sebelum akhirnya ditutup rapat untuk proses pematangan.
Aplikasi Langsung pada Lingkungan
Tidak berhenti pada proses pembuatan, esensi dari kegiatan ini langsung diterapkan secara nyata di lapangan. Setelah pupuk kompos dinyatakan matang dan siap pakai, para siswa mempraktikkan langsung pemberian komposter tersebut ke tanaman-tanaman hias dan vegetasi penghijauan yang ada di pot serta taman sekolah.
Melalui kegiatan komposting mandiri ini, SMK Negeri 31 Jakarta tidak hanya berhasil mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekitar, tetapi juga sukses memberikan pengalaman belajar berbasis lingkungan yang bermakna bagi siswa kelas X dan XI. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik yang akan terus terbawa hingga ke lingkungan rumah dan masyarakat luas.
SMKN 31 JAKARTA