KELAS KEWIRAUSAHAAN SMKN 31 JAKARTA
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah Kompetensi Dasar
peserta didik dalam Melaksanakan materi Pemasaran Online dalam kehidupan
sehari-hari sebagai calon wirausahawan muda masih rendah. Hal ini sangat
penting untuk dibagikan karena berdasarkan Praktik Pengalaman lapangan (PPL)
yang dilakukan banyak terjadi perubahan sikap pada peserta didik yang berdampak
pada proses pembelajaran, Hasil Belajar siswa, Keaktifan dan kreatifitas
peserta didik meningkat, serta dalam hal menumbuhkan sikap tanggung jawab serta
sikap kompetitif dalam kerja yang memang harus dimiliki bagi calon wirausaha ke
depannya. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah di SMKN 31 Jakarta
:
1. Peserta didik kurang bersemangat mengikuti proses
pembelajaran.
2. Peserta didik Kurang aktif bertanya pada saat proses
pembelajaran.
3. Guru Cenderung menggunkan model pembelajaran ceramah
3. Pembelajaran belum terpusat pada murid
4. Peserta didik beranganggapan mata pelajaran Kewirausahaan
sebagai pelajaran pelengkap tidak mutlak
Kondisi tersebut juga disebabkan oleh guru pada saat mengajar tidak
menggunakan media dan metode pembelajaran yang dilakukan cenderung monoton
(lebih banyak ceramah).
Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan karena banyak guru yang
mengalami permasalahan seperti saya, sehingga praktik ini selain diharapkan
dapat memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi bagi
rekan guru lain
Peran dan tanggung jawab dalam praktik ini adalah sebagai guru
mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran secara efektif
dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan
pembelajaran dan hasil belajar siswa dapat tercapai sesuai yang diharapkan
Selain itu kurangnya penggunaan TPACK dalam kegiatan pembelajaran,
kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dan kurangnya penerapan model
pembelajaran inovatif dikelas dalam proses pembelajaran.
Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai
peneliti yaitu meneliti tentang permasalahan yang terjadi selama
proses belajar mengajar di kelas dan
menyelesaikan masalah-masalah khusus pembelajaran yang dihadapi.
Tantangan :
Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, maka
beberapa tantangan yang dihadapi adalah:
1. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi
karena peserta didik yang dominan lebih pandai dan pintar yang banyak
menyelesaikan diskusi kelompok tersebut
2. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri untuk
mempresentasikan hasil laporannya didepan kelas
3. Guru harus menjaga keprimaan dan semangat di dalam kelas
4. Pengadaan media pembelajara terbatas seperti LCD,
Speaker,internet dll
Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah peserta didik, guru/teman
sejawat, Wakil Sarana dan prasarana, wakil Kurikulum dan kepala sekolah.
Tantangan itu yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai
cara seperti menerapkan media yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik
serta model pembelajaran yang mendukung.
Aksi :
Tantangan yang ada diatas segera diselesaikan dengan baik
oleh saya diantaranya yaitu:
1. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi
karena peserta didik yang dominan lebih pandai dan pintar yang banyak
menyelesaikan diskusi kelompok tersebut.
Saya lebih intens lagi dalam membimbing peserta didik yang belum
memahami tugas yang akan dilakukan, agar peserta didik yang masih pasif dalam
kegiatan diskusi dapat berperan aktif dikelompoknya.
2. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri untuk
mempresentasikan hasil laporannya didepan kelas.
Saya mendampingi dan memberikan contoh kepada peserta didik baik
individu maupun kelompok bagaimana cara mempresentasikan hasil laporan kelompok
dan tetap memberikan semangat dan apresiasi kepada peserta didik atau kelompok
yang sudah tampil.
3. Berkaitan dengan anggapan peserta didik belajar matematika
itu sulit.
Pada kegiatan pendahuluan pembelajaran saya memberikan motivasi dan
apersepsi yang bisa membuat peserta didik lebih bersemangat dalam belajar
Produk kreatif dan kewirausahan
4. Berkaitan dengan video pembelajaran
Saya mencari video pembelajaran yang bisa di tayangkan dalam kelas
dan video pembelajaran tersebut harus lebih baik, menarik dan durasinya tidak
terlalu lama.
Refleksi :
Dampak dari penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning
Dan Project Base Learning dapat membuat pemahaman peserta didik lebih baik dan
peserta didik lebih termotivasi terhadap materi Media promosi untuk pemasaran
online kelas XII BDP SMKN 31. Peserta didik bersemangat dan tidak cepat bosan
dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran peserta didik di bagi menjadi
beberapa kelompok serta perkelompok menjawab soal yang di berikan oleh guru.
Hasil yang didapatkan selama proses pembelajaran sangat efektif karena
pemilihan model dan media pembelajaran sudah sesuai dengan materi pembelajaran
Pentingnya Kelas Kewirausahaan pada SMKN 31 Jakara kegiatan ini
dimaksudkan untuk menentukan peran kelas kewirausahaan dalam menanamkan jiwa
kewirausahaan, nilai, dan pengalaman siswa SMKN 31 Jakara Jurusan OTKP
(Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran) dalam menyiapkan lulusan yang memiliki
jiwa mandiri yang saat ini menjadi tantangan dalam pendidikan, yaitu antara
lain: meningkatnya jumlah dan kualitas pendidikan kejuruan untuk memenuhi
kebutuhan global dan lokal, dan menghasilkan tenaga kerja yang kreatif. Tujuan
yang menarik adalah 70% lulusan SMK dapat bekerja setiap tahun. Hal ini
memerlukan perlakuan. fasilitas, dukungan, dan upaya-upaya untuk mencapai
kewirausahaan untuk mencapai kualitas lulusan sekolah kejuruan sesuai dengan
kebutuhan dunia kerja. Progrm ini harus didisain berdasarkan kurikulum yang
didisain dan dikembangkan kebutuhan stakeholders. Kelas kewirausahaan
menerapkan kurikulum terintegrasi ke dalam mata pelajaran produktif. Dalam
kelas kewirausahaan diharapkan dapat lebih efektif dalam menumbuhkan jiwa
kewirausahaan dan kemandirian sehingga lulusan akan lebih memiliki jiwa yang
bebas di dalam setiap situasi. Dengan Melaksanakan kelas Kewirausahaan memaksimalkan media promosi utuk pesaran
online di era 4.0 
SMKN 31 JAKARTA